Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis meninjau pengerukan sungai di sekitar Intake Madi, Desa Tiga Berkat, Dusun Madi, Kecamatan Lumar, pada Rabu, 16 September 2026. Fasilitas tersebut dikelola Perumda Tirta Bengkayang dan menjadi sumber air baku bagi masyarakat Lumar serta Kota Bengkayang.
Kemarau panjang dan lamanya fasilitas tidak menjalani pemeliharaan menyebabkan pendangkalan di sekitar intake. Kondisi tersebut mengurangi ketersediaan air baku, sehingga pengerukan dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan kepada masyarakat.
Sebastianus menjelaskan Intake Madi dibangun sekitar 2003 atau 2004. Selama hampir 20 tahun, kawasan tersebut belum pernah dikeruk secara menyeluruh. Ia menilai fasilitas sumber air harus dirawat karena manfaatnya berkaitan langsung dengan kebutuhan warga.
Dalam peninjauan, bupati didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Direktur Perumda, Komandan Kompi Zeni Tempur B Yonzipur 6/SD Bengkayang, Kapolsek dan Camat Lumar, Sekretaris Dinas PUPR, serta perangkat daerah terkait.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Perumda bekerja sama dengan Zipur B Yonzipur 6/SD untuk membantu pengerukan di sekitar intake PDAM. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Perumda, jajaran Zipur, pemerintah kecamatan, dan seluruh pihak yang mendukung pekerjaan. Ia berharap pengerukan berjalan lancar dan mampu memulihkan kapasitas tangkapan air.
Pemeliharaan Intake Madi diharapkan memastikan ketersediaan air tetap terjaga selama kondisi kemarau. Pemerintah juga menekankan pentingnya perawatan berkala agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus memberikan manfaat.
Penanganan pendangkalan ini menjadi langkah langsung untuk menjaga fungsi sumber tangkapan air bagi dua wilayah pelayanan.